b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
Tampilkan postingan dengan label renal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Maret 2014

Retrograde Pyelografi

thumbnail Title: Retrograde Pyelografi
Posted by:Unknown
Published :2014-03-15T05:08:00-07:00
Rating: 4.5
Reviewer: 7 Reviews
Retrograde Pyelografi
1. Pengertian RPG (Retrograde Pyelography)

       Teknik atau prosedur atau tata cara pemeriksaan sistem urinaria dengan menggunakan  sinar-X dan memasukkan media kontras secara retrograde (berlawanan dengan alur sistem urinaria) untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan ini dilakukan apabila sistem urinary sudah tidak berfungsi.Media kontras dimasukkan berbalik atau melawan jalannya alur sistem urinaria melalui sistem pelviocaliceal dengan memasang kateter. Pemasangan kateter adalah dengan melakukan bedah minor oleh dokter urology di ruang bedah. Umumnya dilakukan untuk menunjukkan letak urinary calculi atau jenis kerusakan lain.

2. Indikasi Pemeriksaan :
  • Stricture Uretra
  • Batu Uretra
  • Uretris Injuri
  • Renal Pelvic Neoplasma
  • Renal Calculi
  • Ureteric Fistule

3. Kontra indikasi pemeriksaan :

  • Urethritis :
merupakan kontra indikasi absolute karena dapat menyebabkan infeksi pada traktus urinari distal dan proximal. peradangan yang terjadi akan sulit di obati.

  • Stricture Uretra
Merupakan bukan kontra indikasi absolute, namun pemasukan kateter dapat memperparah keadaan


4. Komplikasi yang mungkin terjadi

  • Injuri Uretra
penggunaan Cystoscopy dengan ukuran yang besar dan tidak digunakannya lubricant (jelly) memungkinkan unjuri terjadi

  • Bladder Injuri
bladder injuri ini sangat jarang terjadi. apabila tekanan keras dengan paksaan dilakukan, maka perforasi bladder mungkin terjadi

  • Paraphimosis
mungkin terjadi pada pasien yang tidak di circumsis 

  • Stricture Uretra
tidak digunakannya lubricant (jelly) yang cukup dapat menyebabkan luka dan stricture kemudian

  • Cystitis
jika tidak dilakukan aseptic maka terjadi peradangan


5. Persiapan pasien

    persiapan pasien pada RPG sama hal nya dengan persiapan BNO - IVP , yaitu :





  1. Hasil ureum dan creatinin normal
  2. Satu hari sebelum pemeriksaan, pasien makan makanan yang lunak/rendah serat, misalnya bubur kecap.
  3. 12 jam sebelum pemeriksaan pasien minum obat pencahar.
  4. Selanjutnya pasien puasa sehingga pemeriksaan selesai dilakukan
  5. Selama puasa pasien dinjurkan untuk tidak merokok, dan banyak bicara untuk meminimalisasi udara dalam usus
  6. Sebelum pemeriksaan dimulai pasien buang air kecil untuk mengosongkan blass
  7. Akibat rasa takut pada jarum suntik, perlu diperhatikan :
    1. Penjelasan pada pasien
    2. Dorongan mental dan emosional
  8. Penandatanganan Informed consent.

6. Persiapan Alat dan Bahan




  • Pesawat sinar-X
  • kontras iodium 20 cc
  • Spuit 20 cc
  • Needle 19 G
  • Film dan kaset 24 x 30 dan 30 x 40
  • Grid atau bucky
  • Marker R/L
  • Kateter (dipasang dgn bantuan cystoscopy)
  • Desinfektan
  • Kontras media, urografin

 7. Prosedur Pemeriksaan

Pemasangan kateter dilakukan oleh dokter urology dengan menggunakan bantuan cystoscopy, secara retrograde (berlawan dengan alur sistem urinary) melalui uretra sblm pemeriksaan mulai dilakukan.


a. Lakukan plain foto (Abdomen Polos)
  • untuk memastikan letak kateter ( untuk dokter urologis )
  • untuk mengetahui ketepatan teknik dan positioning ( untuk radiographer )
b. Lakukan injeksi 3-5 cc media kontras melalui kateter menuju renal pelvis pada ginjal yang diperiksa
  • diambil dengan menggunakan film 24 x 30 cm
  • kontras media dimasukan kembali ± 5 cc sambil kateter di tarik perlahan, lalu foto menggunakan film 30 x 40 cm untuk melihat daerah ureter
  • kontras media dimasukan hingga habis, sambil di tarik diperkirakan kontras habis, foto diambil menggunakan film 30 x 40 cm

8. Proyeksi RPG (Retrograde Pyelography)

A. Posisi AP

Posisi Pasien : supine di atas meja pemeriksaan

Posisi Objek : 
  • MSP sejajar dengan pertengahan bucky
  • Kedua tangan disamping tubuh
Central Ray : Tegak lurus pada bidang kaset (vertikal)

Central Point : MSP setinggi crista illiaca

FFD : 100 cm

Catatan :
Gambar harus berada pada orientasi ginjal tidak terpotong dan gambaran mulai dari nefron sampai blass tetapi tidak ada waktu seperti IVP.



b. Posisi AP Oblique

Posisi Pasien
 : Semisupine

Posisi Obyek
 :
• Atur tubuh pasien sehingga membentuk sudut 45° terhadap meja pemeriksaan.
• Tekuk lutut yang jauh dari meja pemeriksaan, luruskan kaki yang dekat dengan meja pemeriksaan, tangan yang dekat dengan meja pemeriksaan gunakan sebagai ganjalan kepala, yang jauh dari meja pemeriksaan diletakkan di depan tubuh.

Central Ray
 : Tegak lurus kaset

Central Point
 : 2 inci (5 cm) medial dari SIAS dan 1½ inci (3,8 cm) di atas crista illiaca

FFD
 : 100 cm


9. Hasil Gambaran RPG

a. Plain foto


b. Fase 1 


c. Fase 2

d. Fase 3


10. Kesimpulan 

Retrograde pyelografi merupakan pemeriksaan radiologi untuk menilai traktus urinarius. Pemeriksaan ini dilakukan jika pemeriksaan sebelumnya mengalami kegagalan atau informasi yang didapat kurang memadai untuk diagnosis.
 Persiapan yang dilakukan untuk pemeriksaan ini mirip seperti pemeriksaan BNO IVP , namun pada tekniknya kontras media dimasukkan melalui kateter yang dipasang di penis. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan dibawah kontrol fluoroskopi , namun apabila pesawat tidak memungkinkan, maka pemeriksaan dapat dilakukan dengan ekspos film yang cukup banyak untuk melihat perjalanan kontras media. 
Read More..

gagal ginjal akut

thumbnail Title: gagal ginjal akut
Posted by:Unknown
Published :2014-03-15T04:55:00-07:00
Rating: 4.5
Reviewer: 7 Reviews
gagal ginjal akut
Ginjal (renal) adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyaring dan membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh dari darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit (misalnya kalsium, natrium, dan kalium) dalam darah. Ginjal juga memproduksi bentuk aktif dari vitamin D yang mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan sehingga membuat tulang menjadi kuat. Selain itu ginjal memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, serta renin yang berfungsi mengatur volume darah dan tekanan darah.

Gagal ginjal adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal. Pada kondisi normal, pertama-tama darah akan masuk ke glomerulus dan mengalami penyaringan melalui pembuluh darah halus yang disebut kapiler. Di glomerulus, zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak terpakai dan beberapa yang masih terpakai serta cairan akan melewati membran kapiler sedangkan sel darah merah, protein dan zat-zat yang berukuran besar akan tetap tertahan di dalam darah. Filtrat (hasil penyaringan) akan terkumpul di bagian ginjal yang disebut kapsula Bowman. Selanjutnya, filtrat akan diproses di dalam tubulus ginjal. Di sini air dan zat-zat yang masih berguna yang terkandung dalam filtrat akan diserap lagi dan akan terjadi penambahan zat-zat sampah metabolisme lain ke dalam filtrat. Hasil akhir dari proses ini adalah urin (air seni).
Gagal ginjal dibagi menjadi dua bagian besar yakni gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronik. Pada gagal ginjal akut terjadi penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu dan ditandai dengan hasil pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin darah) dan kadar urea nitrogen dalam darah yang meningkat. Sedangkan pada gagal ginjal kronis, penurunan fungsi ginjal terjadi secara perlahan-lahan. Proses penurunan fungsi ginjal dapat berlangsung terus selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sampai ginjal tidak dapat berfungsi sama sekali (end stage renal disease). Gagal ginjal kronis dibagi menjadi lima stadium berdasarkan laju penyaringan (filtrasi) glomerulus (Glomerular Filtration Rate = GFR) yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. GFR normal adalah 90 - 120 mL/min/1.73 m2.
Stadium
GFR (ml/menit/1.73m2)
Deskripsi
1
Lebih dari 90
Kerusakan minimal pada ginjal, filtrasi masih normal atau sedikit meningkat
2
60-89
Fungsi ginjal sedikit menurun
3
30-59
Penurunan fungsi ginjal yang sedang
4
15-29
Penurunan fungsi ginjal yang berat
5
Kurang dari 15
Gagal ginjal stadium akhir (End Stage Renal Disease)

Penyebab Gagal Ginjal
Penyebab gagal ginjal akut dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:
  • Penyebab prerenal, yakni berkurangnya aliran darah ke ginjal.Hal ini dapat disebabkan oleh:
    • hipovolemia (volume darah yang kurang),  misalnya karena perdarahan yang hebat.
    • Dehidrasi karena kehilangan cairan, misalnya karena muntah-muntah, diare, berkeringat banyak dan demam.
    • Dehidrasi karena kurangnya asupan cairan.
    • Obat-obatan, misalnya obat diuretic yang menyebabkan pengeluaran cairan berlebihan berupa urin.
    • Gangguan aliran darah ke ginjal yang disebabkan sumbatan pada pembuluh darah ginjal.
  • Penyebab renal di mana kerusakan terjadi pada ginjal.
    • Sepsis: Sistem imun tubuh berlebihan karena terjadi infeksi sehingga menyebabkan peradangan dan merusak ginjal.
    • Obat-obatan yang toksik terhadap ginjal.
    • Rhabdomyolysis: terjadinya kerusakan otot sehingga menyebabkan serat otot yang rusak menyumbat sistem filtrasi ginjal. Hal ini bisa terjadi karena trauma atau luka bakar yang hebat.
    • Multiple myeloma.
    • Peradangan akut pada glomerulus, penyakit lupus eritematosus sistemik,  Wegener's granulomatosis, dan Goodpasture syndrome.
  • Penyebab postrenal, di mana aliran urin dari ginjal terganggu.
    • Sumbatan saluran kemih (ureter atau kandung kencing) menyebabkan aliran urin berbalik arah ke ginjal. Jika tekanan semakin tinggi maka dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan ginjal menjadi tidak berfungsi lagi.
    • Pembesaran prostat atau kanker prostat dapat menghambat uretra (bagian dari saluran kemih) dan menghambat pengosongan kandung kencing.
    • Tumor di perut yang menekan serta menyumbat ureter.
    • Batu ginjal.
Sedangkan penyebab gagal ginjal kronik antara lain:
  • Diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2 yang tidak terkontrol dan menyebabkan nefropati diabetikum.
  • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Peradangan dan kerusakan pada glomerulus (glomerulonefritis), misalnya karena penyakit lupus atau pasca infeksi.
  • Penyakit ginjal polikistik, kelainan bawaan di mana kedua ginjal memiliki kista multipel.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka lama atau penggunaan obat yang bersifat toksik terhadap ginjal.
  • Pembuluh darah arteri yang tersumbat dan mengeras (atherosklerosis) menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang, sehingga sel-sel ginjal menjadi rusak (iskemia). 
  • Sumbatan aliran urin karena batu, prostat yang membesar, keganasan prostat.
  • Infeksi HIV, penggunaan heroin, amyloidosis, infeksi ginjal kronis, dan berbagai macam keganasan pada ginjal.

Gejala Gagal Ginjal
Gagal ginjal stadium awal sangat sulit dideteksi karena tidak menimbulkan keluhan atau ciri-ciri yang jelas. Di rumah sakit, kasus gagal ginjal biasanya terdeteksi dengan pemeriksaan ureum dan kreatinin darah. Gejala yang berhubungan dengan gagal ginjal biasanya tidak khas, misalnya anoreksia, mual, muntah dan perubahan status mental yang disebabkan oleh penumpukan zat-zat sisa metabolisme tubuh khususnya urea serta pembengkakan tungkai atau bagian tubuh lain karena penumpukan cairan. Beberapa pasien, terutama yang gagal ginjalnya disebabkan oleh kelainan prerenal, akan mengalami penurunan jumlah urin (jumlah urin normal minimal 0.5–1.0 mL/kgBB/jam).
Gejala Gagal Ginjal Akut
Ciri gagal ginjal akut berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya: apakah prerenal, renal atau postrenal.
Gagal ginjal akut yang disebabkan oleh kondisi prerenal biasanya memberikan gejala rasa haus dan pusing saat perubahan posisi tubuh (ortostatik) karena penurunan tekanan darah, denyut nadi yang cepat (>100x/menit), bibir kering, dan produksi keringat berkurang.
Gagal ginjal akut karena penyakit pada ginjalnya sendiri dapat dicurigai jika sebelumnya terjadi kondisi yang menyebabkan aliran darah ke ginjal terganggu dan menyebabkan ginjal rusak. Jika kerusakan ginjal dicurigai karena bahan-bahan yang bersifat toksik terhadap ginjal, maka dapat ditelusuri riwayat penggunaan obat-obatan sebelumnya atau penyakit-penyakit yang dapat menghasilkan zat-zat berbahaya bagi ginjal. Nyeri pinggang juga dapat menyertai jika gagal ginjal disebabkan kelainan pembuluh darah ginjal atau peradangan pada ginjal.
Penyebab postrenal dapat memberikan gejala nyeri pinggang dan nyeri suprapubik (nyeri di daerah perut bawah) karena pembesaran kandung kencing dan saluran kencing. Nyeri yang bersifat hilang timbul dan menjalar sampai ke kantong zakar biasanya disebabkan oleh sumbatan akut pada saluran kencing. Jika dicurigai pembesaran prostat sebagai penyebab gagal ginjal akut, dapat dicari riwayat sering kencing malam hari, frekuensi kencing yang meningkat dan pada pemeriksaan ditemukan prostat yang membesar.
Gejala Gagal Ginjal Kronik
Pada tahap awal gagal ginjal kronik, mungkin tidak ditemukan gejala klinis karena ginjal masih bisa beradaptasi dalam menjalankan fungsinya. Pada tahap lanjut, gagal ginjal kronis dapat menyebabkan anemia dengan gejala lemas, letih, lesu dan sesak napas. Terjadi penumpukan cairan tubuh yang lebih banyak lagi sehingga menyebabkan pembengkakan seluruh bagian tubuh. Beberapa pasien memberikan gajala yang disebabkan keadaan uremik (kadar urea dalam darah yang meningkat urea) yakni mual, muntah dan perubahan status mental (ensefalopati), disertai ketidakseimbangan elektrolit. Pemeriksaan USG ginjal dapat membantu dalam mendiagnosis gagal ginjal kronis.
Pengobatan Gagal Ginjal
Sebetulnya penyakit gagal ginjal tidak bisa "disembuhkan" dalam artian mengembalikan ginjal ke keadaan semula. Yang dimaksud dengan pengobatan gagal ginjal adalah mencegah semakin bertambahnya kerusakan pada ginjal dengan cara mengatasi penyebab gagal ginjalnya. Oleh karena itu, terapi pada gagal ginjal bisa bervariasi tergantung dari penyebabnya.
Pada gagal ginjal akut, dokter akan berusaha memperbaiki aliran darah ke ginjal (prerenal), menghentikan penggunaan obat-obatan yang merusak ginjal (renal) atau mengangkat sumbatan pada saluran kencing pasien (postrenal). Jika diperlukan, mungkin dokter akan menyarankan untuk melakukan cuci darah untuk membuang zat-zat sisa metabolisme yang tertimbun di dalam tubuh.
Gagal ginjal kronik tidak dapat disembuhkan. Jadi tujuan terapi pada pasien dengan gagal ginjal kronik adalah:
  1. Memperlambat kerusakan ginjal yang terjadi
  2. Mengatasi faktor yang mendasari gagal ginjal kronis (misalnya: kencing manis, hipertensi, dll)
  3. Mengobati komplikasi dari penyakit
  4. Menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak dapat bekerja
Untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal yang lebih parah dan mengatasi faktor yang memperburuk fungsi ginjal, maka diperlukan kontrol gula darah yang baik pada pasien diabetes mellitus, kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi (usahakan tekanan darah di bawah 130/80 mmHg), dan pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi ginjalnya.
Komplikasi dari gagal ginjal juga harus ditangani. Penumpukan cairan diatasi dengan pemberian obat, anemia diatasi dengan pemberian obat yang menstimulasi pembentukan sel darah merah dan kadang-kadang ditambah suplemen zat besi. Penyakit tulang dapat terjadi karena kegagalan ginjal untuk menghasilkan vitamin D bentuk aktif dan ketidakmampuan ginjal untuk membuang zat fosfor. Oleh karena itu dapat diberikan vitamin D bentuk aktif dan obat yang mengikat fosfor ke usus.
Pada gagal ginjal stadium akhir, fungsi ginjal dapat digantikan hanya dengan dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal. Perencanaan dialisis atau transplantasi ginjal biasanya dimulai pada gagal ginjal kronik stadium IV.

Read More..

Pyelografi Intravena

thumbnail Title: Pyelografi Intravena
Posted by:Unknown
Published :2014-03-15T04:52:00-07:00
Rating: 4.5
Reviewer: 7 Reviews
Pyelografi Intravena

PYELOGRAFI-INTRAVENOUS

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 latar belakang
Akhir- akhir ini penyakit saluran kemih banyak sekali ditemukan disekitar kita. Beberapa pengobatan sudah banyak di upayakan agar penyakit ini dapat disembuhkan. Namun dalam pengobatan nya banyak sekali ditemukan ksulitan untuk mendiagnosa apakah terdapat batu yang menyumbat saluran atau tidak. Untuk itu untuk lebih memudahkan dalam mendiagnosa penyakit ini medis menggunakan suatu pemeriksaan dengan menggunakan suatu kontras atau media yang disuntikkan kedalam pembuluh darah dan kemudian di foto denan mengunakan sinar x. pemeriksaan ini sampai sekarang dikenal dengan nama pyeolgrafi-intravenous (IVP) yang sangat bermanfaat dalam pemeriksaan penyakit saluan kencing.
Pyelografi intravenous (IVP) adalah pemeriksaan dengan menggunakan x-ray terhadap ginjal, ureter, air kencing dan kandung kemih yang menggunakan bahan kontras yang disuntikkan ke veins.Bila bahan kontras disuntikkan ke dalam pembuluh darah di lengan pasien, maka perjalanan melalui aliran darah dan dikumpulkan di ginjal dan urinary tract, kembali daerah-daerah terang putih. Pemeriksaan ini menggunakan sinar x dengan menyuntikkan suatu cairan kontras kedalam darah.
II.2 Tujuan
Tujuan umum : memenuhi tugas patologi
Tujuan khusus :
• Untuk mengetahui apa itu pyelografi- intravenous
• Untuk mengetahui bagaimana proses pyelografi- intravenous
• Untuk mengetahui manfaat dan resiko dari pyelografi- intravenous



BAB II
ISI
1. Pengertian pyelografi intravenous (IVP)
Pyelografi intravenous (IVP) adalah serangkaian foto ronsen dari saluran kemih, cairan khusus sebagai indicator (yang akan muncul dalam pemeriksaan sinar x) disuntikkan ke dalam darah. Cairan tersebut mengalir ke saluran tubuh sampai ke ginjal dan dibuang sebagai sisa makanan melalui saluran kemih ke kandung kemih . selama proses ini berlangsung yaitu selama beberapa jam, diambil beberapa foto IVP setiap selang waktu tertentu, yang menunjukkan lintasan cairan indikator tersebut memasuki ginjal, lalu turun melalui saluran kemih, dan memasuki kandung kemih.
An x-ray (sinar rentgen) adalah ujian non-invasive medis yang membantu dokter mendiagnosa dan mengobati penyakit. Menggambarkan nya dengan foto sinar-x exposing melibatkan salah satu bagian tubuh yang kecil dosis ionizing radiasi untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh.
Pyelografi intravenous (IVP) adalah pemeriksaan dengan menggunakan x-ray terhadap ginjal, ureter, air kencing dan kandung kemih yang menggunakan bahan kontras yang disuntikkan ke veins.Bila bahan kontras disuntikkan ke dalam pembuluh darah di lengan pasien, maka perjalanan melalui aliran darah dan dikumpulkan di ginjal dan urinary tract, kembali daerah-daerah terang putih.
IVP memungkinkan untuk melihat dan menilai anatomi dan fungsi ginjal, ureters dan kandung kemih.




2. Penggunaan IVP
Pyelogram intravenous membantu dokter menilai abnormalitas dalam sistem air kencing, serta seberapa cepat dan efisien pasien system tubuh pasien tersebut dalam memperlihatkan hasil pemeriksaan tersebut.
Ujian ini digunakan untuk membantu mendiagnosa gejala seperti darah dalam air seni atau sakit di bagian pinggang atau sakit pada bagian belakang.
IVP ujian yang dapat mengaktifkan radiolog untuk mendeteksi permasalahan di dalam sistem yang dihasilkan dari air kencing:
• Batu ginjal
• Tumors dalam ginjal,
• ureters air kencing atau kandung kemih
• Batu ginjal
• Bisul kanker sel ginjal
• Transisi sel bisul kanker, atau TCCPolycystic ginjalVariasi anatomis, yakni ladam ginjal atau mengumpulkan duplex sistem
• Halangan (biasa di panggul-ureteric persimpangan atau PUJ dan vesicoureteric persimpangan atau VUJ
• Polycystic ginjal
• Variasi anatomis, yakni ladam ginjal atau mengumpulkan duplex sistem
IVP dapat digunakan dalam hubungannya dengan tes:
• Ultrasound
• Cystoscopy
• CT
• MRI
• Video cystometrography atau VCM
• Tes darah
• Urine analisis




3. Persiapan sebelum pemeriksaan
Dalam persiapan pemeriksaan ini biasanya dokter akan menjelaskan bagaimana pasien mempersiapkan diri terlebih dahulu.
Beberapa persiapan akan dilakukan sebelum pemeriksaan yaitu :
a. Pasien mungkin akan diminta untuk tidak makan atau minum setelah tengah malam pada malam hari sebelum pemeriksaan. Pasien mungkin juga diminta untuk mengambil pencahar ringan (baik dalam bentuk cair atau pil) malam sebelum prosedur.
b. Pasien harus memberitahu dokter tentang obat yang dipakai dan jika pasien mempunyai alergi, terutama untuk bahan iodinated kontras atau cairan infus. Juga menginformasikan kepada dokter mengenai penyakit atau kondisi medis lainnya.
c. Pasien diminta melepas pakaian dan memakai sebuah baju selama pemeriksaan. pasien juga diminta untuk melepas perhiasan, dan setiap benda atau pakaian yang mungkin terganggu dengan x-ray foto.
d. Perempuan harus memberitahu dokter atau teknisi x-ray jika ada kemungkinan bahwa mereka hamil, karena radiasi dari x-ray dapat mengganggu janin. Jika x-ray sangat diperlukan, tindakan pencegahan akan diambil untuk meminimalkan radiasi terhadap janin.

4. Bentuk peralatan
Peralatan yang biasanya digunakan untuk ujian ini terdiri dari:
• tabel radiographic
• sebuah x-ray tube
• televisi seperti monitor yang terletak di ruang pemeriksaan atau di dekat kamar. Bila digunakan untuk menampilkan gambar secara real time (disebut fluoroscopy), gambar intensifier (yang mengkonversi foto sinar-x menjadi sebuah gambar video) sementara di atas meja yang terletak pasien. Bila digunakan untuk mengambil gambar diam, gambar yang diambil secara elektronik atau di atas film.




5. Kontras media
Kontras media umum digunakan adalah yang berisi Couray 420 dari 420 mg per ml Iodine. urogration atau 76 persen yang berisi tentang Iodine 370 mg per ml. The couray 420 adalah garam sodium dari iothalamate sementara sodium Urografin selain berisi meglumine. Sodium garam yang kadang-kadang menghasilkan iritasi pada intima dari pembuluh darah sehingga menghasilkan Veno-kekejangan dan sakit selamainjeksi.
Kurang terkonsentrasi media Couray 280 dan Urografin 76 persen juga tersedia dan digunakan. Sebelum injecting kontras media tanyakan terlebih dahulu alergi yang di derita pasien.

6. Jenis- jenis IVP
Ada beberapa teknik- teknik dalam IVP berdasarkan indikasinya yaitu :
a. IVP normal
Segera setelah kontras diselenggarakan, muncul di sebuah x-ray sebagai 'ginjal blush'. Ini adalah kontras yang disaring melalui lapisan luar. Di waktu 5 menit, yang ginjal blush masih jelas (ke mana yang lebih kecil) tetapi calices dan ginjal panggul sekarang terlihat. Pada 15 menit yang kontras mulai kosong ke dalam ureters dan perjalanan ke bola yang kini mulai mengisi.Untuk visualise bola yang benar, yang dikirim pengencingan x-ray diambil, sehingga sebagian besar yang kontras (yang dapat masker yang patologi) dikosongkan.


b. IVP darurat

Prosedur ini dilakukan pada pasien yang hadir dalam keadaan darurat, biasanya dengan sakit ginjal yang berat dan positif hematuria dalam pemeriksaan. Ini di gunakan untuk menngetahui apakah ada batu ginjal.
Pasien dengan positif batu ginjal biasanya diperlukan untuk tinggal di rumah sakit untuk memantau atau perawatan lebih lanjut.
IVP Darurat yang dilakukan kira-kira sebagai berikut,
• Plain KUB atau abdominal x-ray
• Berjarum dari kontras media, biasanya 50mls.
• Tertunda abdominal x-ray, yang diambil kira-kira 15 menit setelah suntikan
c. IVP rutin
Prosedur ini paling umum untuk pasien yang tak diterangkan atau macroscopic hematuria mikroskopis. Digunakan untuk memastikan adanya tumor yang serupa atau mengubah anatomi disorders. Urutan foto kira-kira adalah sebagai berikut:
• Kontrol KUB gambar
• X-ray langsung hanya pada wilayah ginjal
• 5 menit x-ray hanya daerah ginjal

7. Teknik dalam pemeriksaan IVP
Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan dasar. Beberapa teknik nya yaitu :
a. Pasien diposisikan di atas meja dan masih x-ray foto akan diambil. kemudian disuntik, biasanya dalam pembuluh darah di lengan pasien, diikuti oleh tambahan gambar diam.
b. Pasien harus terus dan diminta untuk tetap dari bernapas selama beberapa detik sementara gambar x-ray diambil untuk mengurangi kemungkinan gambar yang kabur. Teknisi yang akan mengaktifkan x-ray machine. Bahanyang disuntikkan diproses oleh ginjal kemudian serangkaian gambar akan diambil untuk menentukan ukuran sebenarnya dari ginjal dan mendapatkan gambar urinary tract dalam keadaan mulai kosong.
c. Teknisi menerapkan kompresi band di seluruh tubuh untuk memvisualisasikan struktur urinary yang bagus dari ginjal.
d. Setelah pemeriksaan selesai, pasien akan diminta untuk menunggu sampai radiolog menentukan bahwa semua gambar yang diperlukan telah diperoleh.
Sebuah studi IVP biasanya selesai dalam waktu satu jam. Namun, karena terjadi kekosongan dalam ginjal maka hasil bisa selesai dalam waktu empat jam.
8. Mekanisme pyelografi intravenous
Sinar X adalah bentuk radiasi seperti cahaya atau gelombang radio. X-rays melewati sebagian besar benda, termasuk tubuh. Setelah itu dengan hati-hati ditujukan pada bagian tubuh yang diperiksa, x-ray yang memproduksi mesin kecil burst dari radiasi yang melewati tubuh, merekam gambar pada film atau foto digital khusus perekam gambar.
Fluoroscopy pada x-rays meneruskan sorotan untuk membuat urutan gambar yang diproyeksikan ke layar yang teduh, seperti televisi atau monitor. Bila digunakan dengan bahan kontras (bahan yang disuntikkan kepada pasien), akan memperjelas dan mendefinisikan daerah yang diteliti sehingga tampak putih terang, ini khusus x-ray teknik memungkinkan bagi dokter untuk melihat organ dalam gerakan. Gambar diam juga diambil dan disimpan baik di film atau elektronik pada komputer.
Dalam pemeriksaan IVP, bahan yang disuntikkan kepada pasien mengandung yodium yang disuntikkan melalui pembuluh darah di lengan kemudian masuk ke ginjal, ureters dan kandung kemih, sehingga daerah-daerah yang cerah dan tajam putih ditetapkan pada tampilan x-ray foto.
Hasil X-ray foto berups film hard copy (banyak seperti foto negatif), atau foto digital yang disimpan secara elektronik. Hasil Ini adalah gambar yang dapat diakses dengan mudah dan kadang-kadang digunakan untuk diagnosa penyakit dan manajemen penyakit.




9. Hal- hal yang dirasakan saat pemeriksaan berlangsung
IVP yang biasanya prosedur yang relatif nyaman. Namun tidak semua pihak dapat melakukan nya, dan biasanya hanya pada penyakit tetentu saja pemeriksaan ini dilakukan dan itupun jika pasien sudah mencukupi syarat- syarat pemeriksaan.
Beberapa hal akan dirasakan oleh pasien, seperti :
a. Anda akan merasakan sedikit rasa sakit ketika bahan kontras disuntikkan ke dalam lengan melalui jarum kecil. Beberapa pasien mengalami rasa hangat, yang ringan dan gatal, kemudian sensasi rasa logam dalam mulut mereka karena bahan yang disuntikkan mulai beredar di seluruh tubuh mereka. efek samping ini biasanya hilang dalam waktu satu menit atau dua dan tidak berbahaya.hal ini jarang terjadi namun beberapa pasien akan mengalami reaksi alergiItching namun dapat dengan mudah diobati dengan obat-obatan. Dalam kasus yang sangat jarang, pasien dapat menjadi kekurangan nafas atau mengalami pembengkakan di tenggorokan atau bagian lain dari tubuh. Ini dapat indikasi yang lebih serius reaksi terhadap bahan kontras yang harus segera diobati. Segera beritahu radiolog jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut.
b. Selama proses pengambilan gambar, paien akan diminta untuk berpaling dari samping ke samping dan ke berbagai posisi agar radiolog dapat menangkap dan melihat dari berbagai sudut pandang. Di bagian akhir pemeriksaan, Anda akan diminta untuk mengosongkan saluan kencing agar radiolo dapat mengambil foto saluran kencing alam keadaan kosong.
c. Kontras bahan yang digunakan untuk studi IVP tidak akan menyebabkan air kencing hitam atau rasa sakit bila kencing. Jika Anda mengalami gejala seperti itu setelah Anda IVP ujian, Anda harus memberitahukan dokter Anda segera.

10. Manfaat dari IVP
• Olah gambar dari urinary tract dengan IVP adalah minimal invasi prosedur
• IVP menyediakan gambar berharga, informasi untuk membantu dokter dalam diagnosing dan memperlakukan urinary tract kondisi dari batu ginjal ke kanker.
• IVP dapat sering memberikan cukup informasi mengenai batu ginjal dan penghalang untuk langsung perawatan dengan obat-obatan dan menghindari prosedur operasi.
• Tidak ada radiasi tetap dalam tubuh pasien setelah pemeriksaan sinar-x. X-rays biasanya tidak memiliki efek samping dalam rentang diagnostik.

11. Resiko IVP
• Ada sedikit kesempatan pasien terpapar radiasi berlebihan. Namun, manfaat diagnose yang akurat mengesampingkan resiko
• Radiasi dosis yang efektif dari prosedur ini adalah sekitar 1,6 mSv yang sama dengan rata-rata orang menerima radiasi dalam enam bulan.
• .Kontras bahan yang digunakan dalam studi IVP Adverse dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, kadang-kadang memerlukan perawatan medis.
• Wanita harus selalu memberitahu dokter atau x-ray teknikus jika ada kemungkinan bahwa mereka hamil. Lihat Keamanan untuk informasi lebih lanjut tentang kehamilan dan foto sinar-x.
Kontra indikasi
Secara historis, obat metformin telah diminta untuk menghentikan 48 jam pasca prosedur, karena diketahui dapat menyebabkan reaksi yang kontras dengan agen. Namun panduan terbaru yang dipublikasikan oleh Royal College of Radiologists menyarankan hal ini tidak penting bagi pasien yang memiliki <100mls 48="" administrasi="" br="" dan="" dihentikan="" ditemui="" fungsi="" ginjal="" harus="" jam="" jika="" kontras="" memiliki="" metformin="" normal.="" pelemahan="" prosedur.="" sebelum="" setelah="" yang="">• myeloma pernah mutlak dianggap sebagai kontra-indikasi, tetapi suah membuktikan bahwa dengan hydration, IVP dapat dilakukan secara aman jika ada indikasi pasti bahkan di hadapan beberapa myeloma.
• Jika ada sejarah alergi terhadap kontras media. IVP dapat dilakukan secara aman di bawah penutup corticosteroids.

CAIRAN INTRAVENOUS
Infus cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh
Secara umum, keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian cairan infus adalah:
• Perdarahan dalam jumlah banyak (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
• Trauma abdomen (perut) berat (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
• Fraktur (patah tulang), khususnya di pelvis (panggul) dan femur (paha) (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah
• “Serangan panas” (heat stroke) (kehilangan cairan tubuh pada dehidrasi)
• Diare dan demam (mengakibatkan dehidrasi)
• Luka bakar luas (kehilangan banyak cairan tubuh)
• Semua trauma kepala, dada, dan tulang punggung (kehilangan cairan tubuh dan komponen darah)
Indikasi pemberian obat melalui jalur intravena antara lain :
1. Pada seseorang dengan penyakit berat, pemberian obat melalui intravena langsung masuk ke dalam jalur peredaran darah. Misalnya pada kasus infeksi bakteri dalam peredaran darah (sepsis). Sehingga memberikan keuntungan lebih dibandingkan memberikan obat oral. Namun sering terjadi, meskipun pemberian antibiotika intravena hanya diindikasikan pada infeksi serius, rumah sakit memberikan antibiotika jenis ini tanpa melihat derajat infeksi. Antibiotika oral (ditelan biasa melalui mulut) pada kebanyakan pasien dirawat di RS dengan infeksi bakteri, sama efektifnya dengan antibiotika intravena, dan lebih menguntungkan dari segi kemudahan administrasi RS, biaya perawatan, dan lamanya perawatan. Obat tersebut memiliki bioavailabilitas oral (efektivitas dalam darah jika dimasukkan melalui mulut) yang terbatas. Atau hanya tersedia dalam sediaan intravena (sebagai obat suntik). Misalnya antibiotika golongan aminoglikosida yang susunan kimiawinya “polications” dan sangat polar, sehingga tidak dapat diserap melalui jalur gastrointestinal (di usus hingga sampai masuk ke dalam darah). Maka harus dimasukkan ke dalam pembuluh darah langsung.
2. Pasien tidak dapat minum obat karena muntah, atau memang tidak dapat menelan obat (ada sumbatan di saluran cerna atas). Pada keadaan seperti ini, perlu dipertimbangkan pemberian melalui jalur lain seperti rektal (anus), sublingual (di bawah lidah), subkutan (di bawah kulit), dan intramuskular (disuntikkan di otot).
3. Kesadaran menurun dan berisiko terjadi aspirasi (tersedak- obat masuk kepernapasan), sehingga pemberian melalui jalur lain dipertimbangkan.
4. Kadar puncak obat dalam darah perlu segera dicapai, sehingga diberikan melalui injeksi bolus (suntikan langsung ke pembuluh balik/vena).
5. Peningkatan cepat konsentrasi obat dalam darah tercapai. Misalnya pada orang yang mengalami hipoglikemia berat dan mengancam nyawa, pada penderita diabetes mellitus. Alasan ini juga sering digunakan untuk pemberian antibiotika melalui infus/suntikan, namun perlu diingat bahwa banyak antibiotika memiliki bioavalaibilitas oral yang baik, dan mampu mencapai kadar adekuat dalam darah untuk membunuh bakteri.
Jenis cairan intravenous :
a. Cairan hipotonik
Adalah cairan infuse yang osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam serum, dan menurunkan osmolaritas serum. Maka cairan “ditarik” dari dalam pembuluh darah keluar ke jaringan sekitarnya (prinsip cairan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi), sampai akhirnya mengisi sel-sel yang dituju. Digunakan pada keadaan sel “mengalami” dehidrasi, misalnya pada pasien cuci darah (dialisis) dalam terapi diuretik, juga pada pasien hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) dengan ketoasidosis diabetik. Komplikasi yang membahayakan adalah perpindahan tiba-tiba cairan dari dalam pembuluh darah ke sel, menyebabkan kolaps kardiovaskular dan peningkatan tekanan intrakranial (dalam otak) pada beberapa orang. Contohnya adalah NaCl 45% dan Dekstrosa 2,5%.
b. Cairan Isotonik.
Adalah cairan infuse yang osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluh darah. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairan tubuh, sehingga tekanan darah terus menurun). Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan), khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif dan hipertensi. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL), dan normal saline/larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%).
c. Cairan hipertonik
Adalah cairan infus yang osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum, sehingga “menarik” cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik. Misalnya Dextrose 5%, NaCl 45% hipertonik, Dextrose 5%+Ringer-Lactate, Dextrose 5%+NaCl 0,9%, produk darah (darah), dan albumin.
Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemberian Terapi Cairan Intravena:
1. Dari Sisi Pasien.
Dari sisi pasien yang perlu diperhatikan adalah penyakit dasar pasien, status hidrasi dan hemodinamik, pasien dengan komplikasi penyakit tertentu, dan kekuatan jantung. Kesemua faktor ini merupakan hal yang harus diketahui dokter.
2. Dari Sisi Cairan
a. Kandungan elektrolit cairan
Elektrolit yang umum dikandung dalam larutan infus adalah Na+, K+, Cl, Ca2+, laktat atau asetat. Jadi, dalam pemberian infus, yang diperhitungkan bukan hanya air melainkan juga kandungan elektrolit ini apakah kurang, cukup, pas atau terlalu banyak.
b. Pengetahuan dokter dan paramedis tentang isi dan komposisi larutan infus sangatlah penting agar bisa memilih produk sesuai dengan indikasi masing-masing.
c. Osmolaritas cairan
Yang dimaksud dengan osmolaritas adalah jumlah total mmol elektrolit dalam kandungan infus. Untuk pemberian infus ke dalam vena tepi maksimal osmolaritas yang dianjurkan adalah kurang dari 900mOsmol/L untuk mencegah risiko flebitis (peradangan vena). Jika osmolaritas cairan melebihi 900 mOsmol/L maka infus harus diberikan melalui vena sentral.
3. Kandungan lain cairan.
Seperti disebutkan sebelumnya, selain elektrolit beberapa produk infus juga mengandung zat-zat gizi yang mudah diserap ke dalam sel, antara lain: glukosa, maltosa, fruktosa, silitol, sorbitol, asam amino, trigliserida. Pasien yang dirawat lebih lama juga membutuhkan unsur-unsur lain seperti Mg2+, Zn2+ dan trace element lainnya.
4. Sterilitas cairan infus.
Parameter kualitas untuk sediaan cairan infus yang harus dipenuhi adalah steril, bebas partikel dan bebas pirogen disamping pemenuhan persyaratan yang lain. Pada sterilisasi cairan intravena yang menggunakan metoda sterilisasi uap panas, ada dua pendekatan yang banyak digunakan, yaitu overkill dan non-overkill (bioburden-based).













BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
IVP adalah prosedur yang paling berguna untuk diagnosis dari penyakit ginjal dan sistem itu hampir aman dan komplikasi menjadi diabaikan saat ini tersedia dengan kontras media. Keyakinan yang harus dibuat tentang keselamatan di dalam IVP pasien yang menjalani ini IVP tentang urinary tract. Itu menunjukkan anatomis serta faali aspek urinary tract.
IVP dapat mengaktifkan radiolog untuk mendeteksi permasalahan di dalam sistem yang dihasilkan dari air kencing:
• Batu ginjal
• Tumors dalam ginjal,
• ureters air kencing atau kandung kemih
• Batu ginjal
• Bisul kanker sel ginjal
• Transisi sel bisul kanker, atau TCC Polycystic ginjal Variasi anatomis, yakni ladam ginjal atau mengumpulkan duplex sistem
• Halangan (biasa di panggul-ureteric persimpangan atau PUJ dan vesicoureteric persimpangan atau VUJ
• Polycystic ginjal
• Variasi anatomis, yakni ladam ginjal atau mengumpulkan duplex sistem
Banyak sekali manfaat dari IVP diantara nya dapat lebih mempercepat kerja dokter dalam mendiagnosa penyakit pasien karena hanya dalam waktu satu sampai empat jam hasl dari IVP sudah dapat di baca dan menetapkan penyakit pasien. Namun pemeriksaan menggunakan IVP juga mempunyai kelemahan yaitu tidak dapat digunakan pada wanita hamil dan dapat menimbulkan kanker karena efek radiasi nya.


2. Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kritik saran penulis harapkan demi perbaikan tulisan dimasa yang akan datang.
Read More..